Meski sempat diguyur hujan, upacara penutupan SEA Games XXVI resmi ditutup oleh Wakil Presiden Boediono di Gelora Sriwijaya Palembang, Selasa (22/11/2011) malam ini.
Dalam pidato menjelang penutupan, Wapres sempat memberikan ucapan selamat kepada kontingen Indonesia yang tampil sebagai juara umum. Wapres juga menyatakan keprihatinannya atas meninggalnya dua supporter sepak bola saat berlangsungnya partai final sepakbola antara Indonesia dan Malaysia di Gelora Bung Karno Jakarta, Senin kemarin.
Wapres juga berterimakasih atas kerja keras para pihak untuk penyelenggaraan perhelatan olahraga ASEAN ini, termasuk kerja keras para tukang dalam menyelesaikan berbagai venue.
Diguyur hujan
Hujan mengguyur Jakabaring Sport City Palembang menjelang penutupan SEA Games 2011, Selasa (22/11) malam. Penonton telah memadati Stadion Gelora Sriwijaya tempat berlangsungnya upacara penutupan.
Sekitar pukul 18.00, hujan deras tiba-tiba mengguyur, membuat tribun diliputi payung beraneka warna. Konseptor acara penutupan SEA Games, Indra Yudhistira semula telah menambah dua pawang lagi, dari Palembang dan daerah di Jawa untuk mengatasi hujan yang turun deras pada upacara pembukaan SEA Games 11 November lalu. "Kami berharap acara berlangsung lancar pada pentas penutupan nanti," ujar Indra.
Selasa, 22 November 2011
Kekalahan Garuda Muda Indonesia Disambut Isak tangis Para Supporter
Sempat Unggul 1-0, Garuda Muda Merasa Sudah Memenangkan Pertandingan!
Kekalahan Timnas U-23 Indonesia dari Malaysia menambah kesedihan bagi seluruh warga Negara Indonesia terlebih suporter fanatik Timnas Indonesia.
"Ketika anda Kalah, anda harus cepat melupakannya dan konsentrasi berlatih untuk memenangkan turnamen selanjutnya" (Jose Mourinho - Real Madrid Coach)
Kekalahan Timnas U-23 Indonesia dari Malaysia menambah kesedihan bagi seluruh warga Negara Indonesia terlebih suporter fanatik Timnas Indonesia.
Pertandingan Final Sepakbola SEA Games yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (21 November 2011) dipadati kurang lebih 80ribu penonton, dan hampir mayoritas penonton adalah warga Negara Indonesia. Harapan ingin melihat Tim Sepakbola Indonesia meraih gelar ternyata belum tercapai.
Garuda dipaksa menelan kekalahan pahit di pertandingan final, setelah sebelumnya dikalahkan juga di final piala AFF Suzuki 2010, di Stadion yang sama, dan menghadapi Tim yang sama pula yaitu Malaysia.
Pada menit-menit awal berlangsungnya pertandingan Final Sea Games Malaysia vs Indonesia, Garuda Muda langsung mengambil inisiatif mendobrak pertahanan lawan. Alhasil di menit ke-6 babak pertama, Tandukan Gunawan Dwi Cahyo berhasil merobek gawang Malaysia, Indonesia unggul 1-0. Setelah unggul atas Malaysia Indonesia tercatat memiliki 2 peluang emas melalui Patrich Wanggay dan Titus Bonay, namun ke-2 peluang tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Melewati menit ke-20 babak pertama, serangan Garuda Muda mulai mengendur, seakan terkesan “santai” dan sudah memenangkan pertandingan dalam menjalani sisa 25 menit pertandingan sebelum Half Time. Passing dan Kontrol bola yang tidak sempurna oleh pemain Indonesia sering terlihat. Akhirnya, malapetaka pun terjadi di menit ke-35, M Asraruddin Omar berhasil menghukum permainan “santai” Garuda Muda. Umpan silang pemain Malaysia berhasil diselesaikan dengan Sundulan M Asraruddin Omar yang bersarang di pojok kanan gawang Kurnia Meiga.
Inkonsistensi diperlihatkan Garuda muda pada saat situasi sedang unggul juga terlihat pada pertandingan sebelum-sebelumnya melawan Thailand dan Singapura. Thailand dan Singapura dengan kondisi kekurangan pemain (akibat kartu merah) bisa merepotkan lini tengah dan belakang Indonesia. Tentu saja ini bukan hal yang baik bagi Garuda Muda kedepannya.
Seharusnya dengan situasi unggul atas lawan, kita harus lebih fokus pada semua lini. Kedisiplinan dalam menjaga pemain lawan sangat diperlukan pada saat situasi sedang unggul, apalagi cuma unggul 1-0.
Yang saya pribadi sesalkan pada pertandingan Final Sea Games ini adalah kelengahan Garuda Muda Indonesia dalam mengatasi situasi yang sedang unggul atas lawan. Pertandingan sepakbola berlangsung selama 90 menit, bukan hanya 20 menit awal.
Namun semua ini sudah berakhir, Malaysia tetap menjadi juara. Pesan yang selalu saya ingat dari pelatih Ternama didunia ialah :
"Ketika anda Kalah, anda harus cepat melupakannya dan konsentrasi berlatih untuk memenangkan turnamen selanjutnya" (Jose Mourinho - Real Madrid Coach)
Langganan:
Postingan (Atom)